9/16/2009

Bukan cinta biasa (2009)


Tommy adalah vocalis group band rock papan atas yang lumayan ganteng dan ngetop pada jamannya, tahun 80-an. Walaupun tidak sengetop God Bless, mereka masih punya fans ‘fanatik’ yang lumayan jumlahnya. Seiring berjalannya waktu, kelakuan Tommy dan para sahabat satu groupnya saat ini tidak bergeming dari life style orsinilnya; hidup bebas, urakan, kekanak-kanakan dan menyikapi hidup dengan visi sederhana; biar gak pernah serius, yang penting asik dan engga ganggu orang. Nah..masalahnya yang terakhir itu terasa mulai jadi tidak konsisten bagi Tommy ketika suatu hari di pintu apartementnya muncul gadis berusia 15 tahun yang mengaku anaknya. Keraguan bahwa itu hanya pengakuan yang mengada-ada dari gadis muda bernama Nikita itu mendadak sirna ketika Tommy mendengar langsung pangakuan Lintang, mantan pacarnya saat ia menjalani predikat sebagai “Play Boy Top 90-an” saat itu. Mereka berpisah begitu saja karena kelakuan Tommy yang jauh dari bagus itu. Menghadapi Lintang, jago karate yang masih menyimpan kemarahan padanya itu, Tommy gentar, ia mendadak ingat kelakuan urakannya dulu. Kalau bisa memilih, ia pilih menghilang ke dasar bumi daripada menghadapi Lintang lagi.

Lintang punya masalah, ia akan mengikuti calon suaminya pindah ke USA sementara Nikita masih harus menjalani sisa sekolahnya beberapa bulan sebelum menyusulnya. Dengan perasaan terpaksa, Lintang yang tidak punya pilihan lagi itu harus merelakan Nikita untuk sementara waktu, di”jaga” oleh Tommy, orang yang ia coba delete dari file benak dan hatinya itu.

Sudah bisa dipastikan proses perjalanan “titip menitip” ini tidak berjalan dengan sukses. Nikita ternyata mewarisi kekerasan hati dan hidup sehat dan disiplin gaya ibunya. Kemerdekaan Tommy sirna seketika. Ia harus bangun pagi, memikirkan menu masakan, membuat sarapan, menjemput di sekolah, sampai ikut rapat sekolahan. Nikita juga mulai mengatur menjalankan aturan baru untuk Tommy, tidak boleh merokok, minum dan bawa teman wanita ke rumah. Para sahabat satu group bandnya pun tercengang dengan gaya “penjajahan atas nama kebaikan dan rasa sayang” yang didemonstrasikan Nikita kepada ayah dan sekaligus mereka sendiri. Alih-alih marah, tanpa mereka sendiripun mengerti, Nikita sukses menjadi “satpam” yang disegani Tommy cs. Namun, ini tidak berlaku untuk Anggel, kekasih Tommy. Ia mulai cemburu dan kesal atas “kelemahan” Tommy kepada “anak baru ketemu gede”nya tersebut.

Masalah jadi lebih ‘complicated’ ketika Nikita mulai menapaki cinta pertamanya dengan Brad, Rocker muda yang lagi naik daun saat ini! Sudah barang tentu Tommy bagai kebakaran jenggot. ‘Sense of fatherhood’nya mulai timbul pada Nikita. Ia tak rela anaknya dekat dengan lelaki seperti dirinya dulu. Tanpa sepengetahuan Nikita, ia berusaha sekuat tenaga untuk menggagalkan hubungan Nikita dengan Brad.

Makin dilarang, Nikita dan Brad semakin lengket, makin diperketat, mereka makin pintar cari akal. Karena film ini tidak bergenre action, apalagi spionase, maka tingkah polah Tommy yang mulai cemburu pada Brad, serta upaya ‘spy ala Tommy’ yang terkadang sangat naif akan jadi bahan tertawaan penonton yang tak habis habis.

Klimaksnya Nikita dibawa lari Brad. Tommy berang bukan main. Ia mengerahkan segala cara untuk mencari Nikita, mulai dari gang motor besarnya, sampai preman pelabuhanpun ia kerahkan. Dalam pencariannya itu Tommy seperti terlempar ke masa lalunya, ia banyak mengunjungi tempat dimana ia pernah menebar dosa dosa. Brad, ternyata keponakan (lagi lagi) mantan salah satu pacar Tommy dulu, Ratna, jagoan pemanah yang tidak pernah berhenti membenci Tommy karena dulu ia tinggalkan begitu saja. Om-nya Brad, ternyata lelaki yang pacarnya pernah ia rebut. Ia juga bertemu orang orang yang pernah berurusan dengannya.

Tommy akhirnya merasakan sedihnya ditinggal oleh orang-orang yang ia cintai. Ia juga menyesal telah banyak menyakiti orang lain, dan menjalani kehidupan yang sia sia selama ini. Tommy merasa karma tengah menimpa dirinya.

Hubungan Tommy dan Nikita yang awalnya berlangsung kaku mulai sangat cair, hati mereka mulai saling menyayangi satu sama lain. Tommy mulai berubah, gaya hidupnya mulai tertib, para sahabatnya kagum sekaligus kesal dengan perubahan rocker separuh baya ini. Nikita tetap menjalin hubungan dengan Brad, Tommy diam diam tetap bertekad menghalangi perasaan Nikita kepada Brad, ia berusaha mengalihkan perhatian Nikita atas Brad, dengan mencurahkan kasih sayang kebapakannya yang tetap terasa canggung itu.

Perasaan sayang Tommy maupun Brad kepada Nikita, harus ditunda kearah yang lebih intens lagi. Nikita telah menyelesaikan studinya di Jakarta, ia bersiap siap menyusul ibu dan calon ayah tirinya nun jauh di sana, negerinya Barack Obama. Tommy dan Brad pada akhirnya membuat lagu cinta untuk orang yang sama sama mereka cintai, Nikita?






Bukan cinta biasa (2009)

Smart People (2008)

Carnegie Mellon English Professor Lawrence Wetherhold (Dennis Quaid) is a depressed middle-aged widower. He is arrogant at work, uninterested in his students, and alienated from his two children. His adopted ne'er-do-well brother Chuck (Thomas Haden Church) arrives to borrow money and stay for a while, and tries to unwind Lawrence's lonely, high-achieving teenage daughter Vanessa (Ellen Page).

Meanwhile, Lawrence suffers a trauma-induced seizure after falling from the top of a fence in an attempt to retrieve his briefcase from inside of his impounded car. After being released from the hospital, Lawrence has a meeting with a sympathetic doctor, Janet (Sarah Jessica Parker), a former student he does not recall. Janet fulfills her long-ago crush with a "face-to-face" date with the professor, towards which Vanessa verbalizes her displeasure, confronting Janet about Lawrence's fragility. At dinner, however, Lawrence displays his stultifying arrogance and Janet walks out. The two reconcile at a second date, but, while spending the night, Janet is turned off by Lawrence's neediness and worries that he is, in fact, still too distraught by his wife's death. In order to get rid of him, she feigns being called in by the hospital and does not return any of his subsequent calls. On another night, in the midst of a contentious Christmas family dinner at the Wetherholds', Janet arrives unannounced with a cake.

After Chuck gets Vanessa drunk to celebrate her early acceptance into Stanford University, she makes a pass at him. He then moves in part-time with Lawrence's son, James (Ashton Holmes), in his college dormitory.

James' girlfriend and Lawrence's student Missy (Camille Mana) tells Lawrence that James has had a poem accepted at The New Yorker. By contrast, Lawrence has failed to sell his latest academic tome to any publisher. Vanessa changes the title to You Can't Read! and the book is sold to Penguin Group, a large non-academic publisher in New York. To Lawrence's dismay, however, the book is largely re-worked and edited by the publisher. Janet accompanies him on a trip to New York, where she learns she is pregnant by Lawrence. Pre-occupied by his book publishing and an on-going campaign to become chairman of the English Department at the college, Janet is again upset by Lawrence's self-absorption and breaks up without telling him the news.

Back in Pittsburgh, Lawrence is additionally confronted by both James and Chuck, who both point to his uninvolvedness with his children's lives. Helped along by Chuck, Lawrence goes to the hospital to reconcile with Janet, who reveals her pregnancy. He has meanwhile become a more involved parent and professor. During the end credits, the main characters cradle twin babies.






Smart People (2008)

I Do… I Did! (2009)

Genre:Comedy | Drama | Romance
Director:J. Jesses Smith

Writers:Charisse Edey-Cherie Johnson
Release Date:11 August 2009 (USA)

Marcus finds himself in love and married to not one woman, but two. Every man's fantasy right? Wrong! Due to odd circumstances Marcus is forced to live under one roof with both of his wives. This makes it impossible to hide the intimate details of either relationship. With his first wife Vivian determined and on a mission to get her man back by any means necessary, Marcus' once peaceful home is now anything but that. He has gotten himself into world wind of trouble being too greedy, and not being able to choose between his past, and his present, but which will be his future?







 

About

Site Info

Text

INDOSPEEDMOVIE Copyright © 2009 Community is Designed by Free Blogger Template